Pages

distributed System

Jumat, 09 Januari 2015
Sistem Terdistribusi adalah Sekumpulan komputer otonom yang terhubung ke suatu jaringan, dimana bagi pengguna sistem terlihat sebagai satu komputer. Maksud komputer otonomi adalah walaupun komputer tidak terhubung ke jaringan, komputer tersebut tetap data berjalan. Dengan menjalankan sistem terdistribusi, komputer dapat melakukan :
•    Koordinasi Aktifitas
•    Berbagi sumber daya : hardware, software dan data

Kelebihan & kelemahan Sistem Terdistribusi
Kelebihan sistem terdistribusi
•    Pertukaran sumber daya (prosesor)
•    Pertukaran data
•    Struktur geografis
•    Penyederhanaan logik
•    Modular
•    Reliabel
•    Biaya rendah

Kelemahan sistem terdistribusi
•    Biaya komunikasi membengkak
•    Pemaduan yang sulit
•    Pembuatan program yang lebih sulit

Alasan untuk sistem terdistribusi
•    Distribusi fungsi : komputer memiliki kemampuan fungsi yang berbeda-beda
•    Distribusi beban/keseimbangan : pemberian tugas ke prosesor secukupnya sehingga unjuk kerja seluruh sistem teroptimasi.
•    Sifat terdistribusi mencegah terjadinya application domain, e.g.
•    Replikasi kekuatan pemrosesan : independent processors bekerja untuk pekerjaan yang sama
•    Pemisahan fisik : sistem yang menggantungkan pada fakta bahwa komputer secara fisik terpisah (e.g., untuk mencapai kehandalan).
•    Ekonomis : kumpulan mikroprosesor menawarkan harga/untuk kerja yang lebih baik dari pada mainframe

Mengapa Sistem Terdistribusi ?
•    Butuh berbagi data dan resource di antara pemakai
•    Mendukung komunikasi person-to-person
•    Fleksibilitas : komputer yang berbeda dengan kemampuan yang berbeda dapat di share antar user

Contoh penerapan Distributed System :
•    Small Area Network (SAN) 
•    Local Area Network (LAN)
•    Metropolitan Area Network (MAN)
•    Online Service (OL) / Outernet
•    Wide Area Network (WAN) / International Network (Internet)

Sistem diatas terdiri atas tiga model yaitu :
1.    Sistem client - server
2.    Sistem point to point
3.    Sistem terkluster

Client - Server
Merupakan bagian dari model sistem terdistribusi yang membagi jaringan berdasarkan pemberi dan penerima jasa layanan.
Kelebihan jaringan client server
•    Mendukung keamanan jaringan yang lebih baik
•    Kemudahan administrasi ketika jaringan bertambah besar
•    Manajemen jaringan terpusat
•    Semua data bisa disimpan dan di backup terpusat di satu lokasi
Kekurangan jaringan client server
•    Butuh administrator jaringan yang profesional
•    Butuh perangkat bagus untuk digunakan sebagai komputer server
•    Butuh software tool operasional untuk mempermudah manajemen jaringan
•    Anggaran untuk manajemen jaringan menjadi besar
•    Bila server down, semua data dan resource diserver tidak bisa diakses.

Point to Point
Merupakan bagian dari model sistem terdistribusi dimana sistem dapat sekaligus berfungsi sebagai client maupun server.
Kelebihan jaringan point to point
•    Implementasinya murah dan mudah
•    Tidak memerlukan software administrasi jaringan yang khusus
•    Tidak memerlukan administrator jaringan
Kekurangan jaringan point to point
•    Jaringan tidak bisa terlalu besar (tidak bisa memperbesar jaringan)
•    Tingkat keamanan rendah
•    Tidak ada yang memanajemen jaringan
•    Pengguna komputer jaringan harus terlatih mengamankan komputer masing-masing
•    Semakin banyak mesin yang disharing, akan mempengaruhi kinerja komputer.

Sistem Terkluster
Secara umum, sistem kluster adalah gabungan dari beberapa sistem individual ( komputer ) yang dikumpulkan pada suatu lokasi, saling berbagi tempat penyimpanan data ( storage ), dan saling terhubung dalam jaringan lokal ( Local Area Network ).
Keuntungan:
•    Absolute scalability . Adalah mungkin untuk menciptakan sistem terkluster yang jauh lebih powerful daripada satu komputer standalone yang terbesar sekalipun.
•    Incremental scalability . Kluster diatur sedemikian rupa sehingga bisa dupgrade sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan, tanpa harus mengupgrade keseluruhan sistem sekaligus secara besar-besaran.
•    High availability . Karena setiap komputer yang tergabung adalah standalone (mandiri), maka kegagalan salah satu komputer tidak menyebabkan kegagalan sistem.
•    Superior price/performance . Dengan konfigurasi yang tepat, dimungkinkan untuk membangun sistem yang jauh lebih powerful atau sama dengan komputer standalone, dengan biaya yang lebih rendah.

2 komentar:

{ bestfriend } at: 23 Juni 2018 pukul 13.53 mengatakan...

salam sehat selalu.
terimakasih :)
https://marketing.ruangguru.com/bimbel

{ cKAja } at: 9 April 2019 pukul 00.34 mengatakan...

cek postingan ini. Ternyata bagus dan bermanfaat. Thanks

Posting Komentar