Pages

Komodo dan Nasionalisme Buta Kita

Sabtu, 29 Oktober 2011 0 komentar
Di tengah minimnya kabar baik, berita soal komodo masuk sebagai salah satu nomine 7 Keajaiban Dunia Baru oleh New 7 (Seven) Wonders of Nature tentu membuat bahagia. Setidaknya, akan ada satu lagi kekayaan Indonesia yang mendapat pengakuan dari dunia internasional.

Maka, berbondong-bondonglah berbagai figur publik menyerukan agar bangsa Indonesia menunjukkan nasionalismenya lewat mendukung komodo. Caranya? Dengan mengirim SMS ke 9818. Awalnya, SMS dukungan ini bernilai Rp 1000, sekarang, demi menggalakkan dukungan, SMS-nya hanya dikenai biaya Rp 1.

Pendukung kampanye ini tidak main-main. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi duta resmi pemenangan Pulau Komodo. Dari DPRD Manggarai Barat, sembilan hakim agung Mahkamah Konstitusi, MPR, berbagai pimpinan media massa dan pengusaha nasional, selebritas semacam Fadli 'Padi' dan RAN, Slank, bahkan sampai Presiden SBY pun menyerukan dukungan.

Kerjasama dengan empat provider telekomunikasi pun dilakukan demi melancarkan pemilihan via SMS. Saking menggilanya jumlah kiriman SMS untuk memenangkan Pulau Komodo, penyedia layanan SMS Mobilink pun sampai menaikkan kapasitas servernya. Bisa dipastikan, menjelang masa berakhirnya masa pemilihan pada 11 November nanti, dukungan akan semakin meningkat.

Jusuf Kalla memperkirakan, Pulau Komodo membutuhkan 30 juta suara untuk menang. Nah, sudah berapa banyak dukungan yang diperoleh Pulau Komodo sampai sekarang? Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, aktivis lingkungan Emmy Hafild mengaku saat ini pendukung Komodo sudah mencapai puluhan juta, meskipun tidak boleh disebutkan detail berapa tepatnya voters yang mendukung Komodo.

Alasannya, "Peraturan dari panitia penyelenggara The 7 Wonders melarang peserta memberikan rincian voters karena kompetisi ini tidaklah menggunakan penghargaan juara satu, dua dan tiga," Jelas Emmy Hafild kepada wartawan. 

Maladewa termasuk salah satu negara yang masuk dalam nomine 7 Keajaiban Dunia Baru ini, tapi kemudian memutuskan mundur. Alasannya? Seperti tercantum dalam situs resmi pemasaran dan hubungan masyarakat Maladewa, bahwa penyelenggara tidak transparan dalam menjelaskan bagaimana cara mereka menghitung dukungan.

Itu baru satu alasan. Yang lainnya adalah biaya-biaya tak terduga yang terus meningkat jumlahnya. Mereka menyebut harus membayar sponsor platinum mencapai $350 ribu; dua biaya sponsor emas dengan total $420 ribu, mensponsori tur dunia dengan menerima kunjungan delegasi, menyediakan perjalanan balon udara, penerbangan, akomodasi, kunjungan wartawan; biaya $1 juta dolar bagi penyedia layanan telepon untuk berpartisipasi dalam kampanye New7Wonders; dan $1 juta lagi agar maskapai Maladewa bisa menempelkan logo New7Wonders di pesawat-pesawat mereka.

Biaya-biaya ini sangat besar hanya demi sebuah predikat 'ajaib'. Toh selama ini reputasi komodo sebagai tujuan wisata dunia juga sudah diakui.

Selain itu, bukankah biaya jutaan dollar itu bisa lebih baik digunakan untuk sebuah kampanye wisata Indonesia yang terencana (semacam Malaysia dengan Truly Asia-nya atau Thailand lewat Amazing Thailand-nya) daripada demi membayar biaya-biaya lisensi pada sebuah perusahaan yang tidak jelas reputasinya?

Yang perlu diingat lagi, bahwa lembaga New7Wonders yang mengadakan kompetisi ini sama sekali tidak terhubung dengan lembaga UNESCO di bawah PBB.

UNESCO sudah lebih dulu menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia pada 1986.

Bahkan, UNESCO sampai mengeluarkan pernyataan tersendiri demi menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan dengan penetapan Situs-Situs Warisan Dunia sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh New7Wonders (Pernyataan resmi dari UNESCO bisa dibaca di sini).

Sejak 2007, UNESCO menyatakan bahwa mereka sudah berkali-kali diajak bekerjasama oleh organisasi milik Bernard Weber ini, tapi mereka memilih untuk tidak berpartisipasi. Lembaga PBB biasanya menggunakan bahasa-bahasa yang diplomatis.

Maka ketika UNESCO mengatakan, "tidak ada yang bisa dibandingkan antara kampanye media yang dilakukan Tuan Weber dengan pekerjaan ilmiah dan proses pendidikan yang kami lakukan di UNESCO sehingga menghasilkan daftar situs-situs Warisan Dunia," itu artinya mereka sedang memberi peringatan keras akan cara kerja lembaga ini.

Lalu, kenapa kita masih ngotot memenangkan komodo dalam kompetisi yang tidak jelas cara penjuriannya ini? Yang jika kita menang pun, kita masih harus membayar biaya-biaya tinggi demi meraih pengakuan internasional?

Sebegitu hauskah kita akan pengakuan internasional dari lembaga yang reputasinya tidak jelas? Apa yang menurut Anda membuat berbagai figur publik seolah terbutakan akan fakta-fakta yang tersedia dan secara membuta mendukung komodo?
Sumber: (http://id.berita.yahoo.com/komodo-dan-nasionalisme-buta-kita)
Saya setuju dengan pendapat dia atas, bahwa tanpa dukungan dari new7wonders pun komodo memang telah diakui dan dikenal dimancanegara sebagai warisan dunia, dengan melihat besarnya biaya sponsor yang harus dikeluarkann apabila nanti terpilih sangat ironis apabila pemerintah dpat menyanggupi anggaran nya sedangkan mnasih banyak rakyat miskin di Indonesia yang tengah kelaparan dan menungggu kebijakan pemerintah menurunkan harga sembako untuk mengurangi rasa lapar mereka, dan kalau pun benar-benar ingin membuat nama Pulau Komodo terangkat dan eksis dimata dunia kenapa tidak saja sekalian menyediakan promosi terorganisir kepada media-media publik mancanegara, toh kita sama-sama mengetahui bahwa Indonesia adalah negara yang sangat indah dan amat kaya akan flora-fauna serta kebudayaan nya, jika malaysia dan thailand saja bisa sukses dengan tour dan promo mereka, kenapa kita tidak? Saat ini yang kita butuhkan hanya keseriusan dari pemerintah untuk mempromosikan Indonesia dengan baik sebagai negara wisata yang menjanjikan para wisaatawan mancanegara SAPTA PESONA yaitu :
1.     Keamanan
2.    Ketertiban
3.    Kebersihan
4.    Kesejukan
5.    Keindahan
6.    Keramahan
7.    Kenangan.
Karena terbukti apabila pemerintah saat ini serius menerapkan SAPTA  PESONA disetiap tujusn wisata di Indonesia seperti pada tahun 1991 yang dianggap paling sukses meraup devisa dari para wisatawan, saya yakin 2012 nanti pun Indonesia akan meraih kesuksesan yang sama bahkan lebih dari dulu.
Baca selengkapnya »

kisah lain dari sosok Soekarno

Selasa, 18 Oktober 2011 1 komentar
THE OTHER STORIES OF SOEKARNO
“PUTRA SANG FAJAR”

Dalam topik kali ini saya mengangkat kisah lain dari seorang Ir. Soekarno yang sama-sama kita tahu adalah seorang bapak Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia.
Dalam buku “BUNG KARNO: the other stories (serpihan sejarah yang tercecer)” karangan seorang wartawan senior Roso Daras, terdapat beberapa kisah unik tentang perjalanan hidup Putra Sang Fajar, baik yang bisa dibilang unik, controversial, mengagumkan ataupun mengharukan. Tapi kali ini saya hanya akan menulis 3 cerita yang menurut saya paling unik dan jarang diketahui orang lain..

1.       Nikah Telegram antara Bung Karno-Fatmawati

”O, Fatma, jang menjinarkan  tjahja. Terangilah selaloe djalan djiwakoe, soepaja sampai bahagia raja. Dalam warganya tjinta-kasihmoe…”
Itulah penggalan surat cinta yang dikirim Bung Karno kepada Fatmawati pada tanggal 11 September 1941. Pertalian cinta mereka terjadi saat Bung Karno tengah diasingkan di Bengkulu. Tentu saja saat itu beliau telah beristrikan Inggit Ganarsih dan tidak dikaruniai putra. Tetapi bukan Bung Karno nama nya kalau tidak berjiwa kesatria. Meski harus mengorbankan hubungan yang begitu baik, tetapi niat untuk mempersunting Fatmawati tetap diutarakan juga kepada Inggit.
Sepulang dari pengasingan Bung Karno selalu tampak murung. Ia benar-benar dilabrak demam cinta. Anak angkatnya, Ratna Juami menyadari bahwa ayah angkat nya tengah dimabuk cinta dan didera rindu kepada Fatmawati jauh di Bengkulu sana. Ratna pula yang memohon kepada Inggit agar merelakan Bung Karno menikahi Fatmawati. Inggit tetep kekeuh dimadu oleh karena itu ia lebih memilih bercerai baik-baik dari Bung Karno. Hari terakhir bersama Bung KArno di Jakarta, Inggit menyempatkan diri untuk pergi ke dokter gigi. Bung Karno masih setia menemani bahkan Bung Karno turut serta mengantar Inggit pulang ke Bandung.
Nah bulan Juni 1943, Bung Karno menikahi Fatmawati. Sebuah pernikahan yang sangat unik. Bung Karno di Jakarta sedangkan Fatmawati di Bengkulu. Bagaimana mungkin? Karena jika harus mengurus perizinan ke Jakarta untuk fatma dan seluruh keluarga nya sangatlah mustahil. Lalu Bung Karno memutuskan menikahi Fatma secara nikah wakil. Melalui sepuuk telegram yang ia kirimkan kepada sahabatnya di Bengkulu, Bung Karno meminta sahabatnya itu untuk menjadi wakil Bung Karno menikahi Fatmawati. Kawan Bung Karno itupun bergegas kerumah Fatmawati dan menunjukan telegram dari Bung Karno ke orang tua Fatmawati, dalam hal ini Hasan Din sang ayah menyetujui gagasan tersebut.
Alkisah, pengantin putri dan seorang laki-laki yang menjadi wakil Bung Karno pergi menghadap penghulu. Mereka melangsungkan pernikahan, sekalipun Fatmawati dan Bung Karno terpisah jarak yang luas. Usai pernikahan mereka pun resmi secara agama dan hukum Negara sebagi suami-istri.
Betapapun rumitnya hubungan cinta Bung Karno dan Fatmawati adalah perpaduan cinta yang indah, natural klasik serta “pernikahan telegram” yang unik.

2.       Bung Karno dan Lembar Hitam Romusha

Romusha adalah sebutan bagi kaum petani yang menjadi pekerja paksa pada era penjajahan Jepang, mereka dikirim ke seluruh Indonesia bahkan sampai ke luar Indonesia. Hingga kini, tidak ada data yang pasti tentang jumlah Romusha dari Indonesia namun angkanya berkisar 4-10 juta jiwa. Romusha pada masa itu adalah catatan kelam seorang Soekarno. Jutaan rakyat Indonesia yang begitu mencintai Bung Karno mati dengan kejam akibat system kerja paksa. Ironisnya justru karena Bung Karno lah yang ditugasi Jepang untuk merayu rakyat Indonesia memasuki ranah kerja paksa yang mengerikan itu.
Bung Karno daam biografi nya yang di tulis oleh Cindy Adam, mengakui semua itu dengan hati remuk. Bung Karno tau para romusha yang dikirim ke Burma, hamper 99% mati. Ada yang mati kelaparan, disiksa, dipenggal kepalanya hingga mati dalam kepengapan gerbong kereta yang berisi ribuan romusha.
Inilah pernyataan Bung Karno tentang Romusha “sesungguhnya akulah yang mengirim mereka kerja paks. Ya, akulah orangnya. Aku menyuruh mereka berlayar menuju kematian. Ya, ya, ya, ya akulah orang nya. Aku membuat pernyataan untuk menyokong pengerahan Romush, aku bergambar dekat Bogor dengan topi dikepala dan cangkul  ditangan untuk menunjukan betapa mudah dan enak nya menjadi seorang Romusha. Dengan para wartawan, juru potret, Gunseikan dan para pembesar pemerintahan aku membuat perjalanan ke Banten untuk menyaksikan tulang-tulang-kerangka-hidup yang menimbulkan belas, membudak digaris belakang, itu jauh dari tambang batu bara dan tambang emas. Mengerikan. Ini membikin hati didalam seperti diremuk-remuk”.
Tidak sedikit kritik dan kecaman yang dituai Bung Karno, akan tetapi ia berkata bahwa saat itu langkah korporatif dengan Jepang adalah menjaga kepercayaan, dan Soekarno tahu betul saat itu sudah dekat dengan kemerdekaan. Dan benar 1 tahun setelah kejadian romusha terjadi, ia memproklamirkan kemerdekaan Indonesia dan melepaskan Indonesia dari belenggu penjajahan Belanda selama 3.5 abad dan Jepang selama 3.5 tahun.
Jika setiap manusia memiliki lembar hitam kehidupan, maka tragedi  Romusha adalah salah satu lembar hitam perjalanan hidup Putra Sang Fajar.

3.       Cinta Carlos kepada Bung Karno
Tahukan anda Bung Karno memiliki sopir khusus seorang pria berkebangsaan Roma, Italia. Carlos namanya. Bung Karno begitu menyayangi dia bahkan pernah saat Bung Karno berkunjung ke Roma dan sopir nya bukanlah Carlos serta merta Bung Karno bertanya kepada Dubes “kemana Carlos?”
Ketika dicek ke perusahaan tempat Carlos bekerja, diketahui Carlos sedang berlibu ke Swiss atas tanggungan perusahaan. Maka saat itu pula Bung Karno bertitah “panggil dia pulang, saya mau Carlos!” perintah pun segera dilaksanakan dan keesokan harinya Carlos sudah muncul dihotel menghadap Bung Karno dan memberi hormat militer serta berkata “your excellency, I am at your service.” Bung Karno menyambut gembira “ well Carlos, where have you been? I missed you, how about your wife and your children?” disapa begitu Carlos pun bercerita bahwa ia dipaksa berlibur ke Swiss beserta keluarga, “memang senang berpergian bersama keluarga apalagi atas tanggungan perusahaan. Tapi kemarin sore waktu kami mendapat kabaragar harus segera pulang karena harus melayani anda saya menjadi lebih gembira lagi. Bahkan istri saa mendesak agar segera pulang pada hari itu juga.
Usut punya usut ternyata kepergia Carlos ke Roma adalah usulan dari teman-teman nya yang iri dan ingin juga melayani Bung Karno.
Itulah Bung Karno pribadi yang tak segan mengulur tali persahabatan kepada para rakyat bawah bahkan sopir. Dan dapat dipastikan Bung Karno telah merebut hati pengemudi di Roma.

Itulah beberapa kisah unik dari perjalanan hidup Putra Sang Fajar, dari Buku yang say abaca saya dapat memahami Bung Karno tidak hanya sebagai pribadi yang kental akan politik tetapi juga merupakan pribadi menyenangkan, dan memiliki banyak kisah unik dalam hidupnya.
Semangat PANCASILA yang ia cetuskan sampai saat ini terus medarah daging di tubuh bangsa Indonesia yang saat ini tengah oleng menghadi arus globalisasi, saya hanya bias berharap dengan mencontoh sosok seperti Soekarno, kita tidak akan karam dalam laju persaingan global karena kehilangan jatri diri dan sosok yang dpat mejadi panutan. Dari 3 cerita diatas juga dapat saya simpulkan bahwa sebaik-baik nya manusia pasti tidak sempurna, seperti Soekarno dengan catatan hitam nya dan segala perjalanan hidup nya yang menghantarkan ia menjadi Bapak Proklamator Indonesia bersama M. Hatta sekaligus sebagai Presiden pertama Republik Indonesia.


Sumber referensi Buku “BUNG KARNO: the other stories (serpihan sejarah yang tercecer)” karya Roso Daras.



Baca selengkapnya »

MENGAPA RESHUFFLE KABINET PERLU DILAKUKAN DI INDONESIA

Selasa, 04 Oktober 2011 1 komentar
Alasan Reshuffle Kabinet - Reshuffle Kabinet adalah sesuatu hal yang sudah pasti untuk dilakukan Presiden SBY itung-itung untuk menetralisir jika ada polemik, setidaknya begitulah politik Citra dari Presiden kita SBY. Seperti yang telah kencang diberitakan bahwa SBY diperkirakan akan melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II untuk menambah Kinerja Pemerintahan SBY untuk tahun-tahun selanjutnya, dan Artikel berikut akan membahas tentang 3 Alasan Reshuffle Kabinet pemerintahan SBY ini.
Pertama dan yang paling aman adalah menarik menteri partai tertentu dan menggantinya dengan calon dari partai yang sama sehingga tidak mengganggu proporsi kursi anggota koalisi di kabinet.

Kedua, merampingkan koalisi tambun yang terbukti tak efektif dengan mengurangi jatah kursi parpol tertentu atau sekaligus mengeluarkannya dari koalisi.

Ketiga, reshuffle kabinet berdasarkan penilaian kompetensi yang diukur secara internal melalui Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) dan eksternal yaitu survei, lalu membentuk zakken (kabinet para ahli) tanpa mempedulikan proporsi bagi-bagi kursi,

SBY hanya akan memilih alasan pertama dan kedua. Pasalnya pilihan ketiga terlalu ekstrem, karena tidak sesuai dengan gaya kepemimpinan SBY selama ini. 
sumber  :http://www.anehnie.com/2010/10/3-alasan-reshuffle-kabinet.html

menurut pendapat saya reshuffle kabinet yang akan dilakukan tidak akan  berdampak besar pada kinerja kerja SBY karena selama ini kita bisa melihat bahwa SBY trekesan tidak tegas/ takut dalam hal ketegasan hukum nya, khususnya dalam hal KKN yang saat ini tengah marak melanda negeri kita ini.  kinerja SBY dalam mengatur pemerintahan tidak akan dinilai baik jika ia hanya mengganti kabinet dengan wajah-wajah baru tetapi tidak menanamkan moral untuk tidak melakukan KKN secara tegas kepada bawahan nya, itu hanya akan mengganti wajah pelaku KKN yang akan segera naik ke kursi petinggi negara.
Baca selengkapnya »